Pencarian

Loading...

Blog Archive

Blogger news

05 May 2012

Teori-teori Arsitektur Dunia Barat



Arsitektur Modern

Arsitektur modern ditandai dengan banyaknya pakar-pakar Arsitek denganberbagai pemikiran dan konsep arsitekturnya diantaranya adalah sebagai berikut:
Louis Sullivan, dengan konsep „Form Follow Function‟ Frank Lloyd Wright, dengan bangunan Falling Water, Bear Run, Pennsylvania 1936dan The Solomon and Guggenheim Museum, New york 1959.Le Corbusier, dengan bangunan Chapel De Ronchamp, Villa Savoye, Villa di Poissy1930, dan Gedung Parlemen di Punjab India, 1956.Ludwig Meiss van der Rohe, dengan seagram Building, New York 1958, Crown Hall,Illinois Institute of Technology, Chacago Illinois, 1952.Pengaruh arsitektur modern tidak hanya berkembang di negara-negara Baratsaja tetapi juga menjalar keseluruh dunia termasuk Asia seperti Jepang. Masuknyapengaruh Barat termasuk karya arsitekturnya, arsitek Jepang berhasil mengawinkandengan arsiektur tradisionalnya sehingga tetap menampilkan kekhasannya sebagaiarsitektur Jepang. Salah satu tokoh arsitek yang terkenal adalah Kenzo Tange dengan karya terkenalnya National Gymnasium 1964, Olympic Games, Jin‟nan -cho,shibuya Ward, dan karya lainnya.Dalam masa modernisasi awal teori-teori keindahan dalam arsitektur olehPugin, Ruskin, Morris dan lain-lain berkembang lebih radikal menentang klasikismedan menekankan pada fungsionalisme. Julien Guadet (1834-1908) seorang arsitekPerancis, penulis buku yang berjudul „Elements Et Theorie De Larchitecture‟ (Elemen dan Teori Arsitektur) yang diterbitkan di Paris turut menyumbang pada teoriarsitektur. Pandangannya terhadap arsitektur adalah :
“Konstruksi dalam arsitektur selain seni juga merupakan ilmu pen
getahuan.Bentuk seni tercipta dalam proses suatu kreasi, kombinasi atau susunan danrancangan, sedangkan ilmu pengetahuan adalah hasil dari penguasaan yang
dikembangkan melalui pembuktian dan penelitian…. Didalam seni, Ilmu pengetahuan tidak tercipta, seni akan bersifat berlebihan dan mandul apabila ia menuntut melebihi peranan dan fungsinya … Apabila arsitek tidak berperan sebagai ilmuwan dalam konstruksi maka ia akan mandul juga, menjadi arsitek yang tidak lengkap karena ia hanya seorang seniman Anda hanya akan jadi seorang arsitekbila anda seorang seniman dan sekaligus seorang ilmuwan. Tidak ada seni dan ilmuarsitektur secara terpisah, satu dengan lainnya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri”.
(Julien Gaudet dalam Sumalyo, 1997).Pernyataan Gaudet tersebut menetang teori-teori yang dibuat oleh Ruskinyang menyatakan bahwa untuk menjadi seorang terlebih dahulu harus menjadiseniman dan harus mempunyai jiwa seni dan akan menjadi seorang konstruktor bilatanpa didasari oleh seni.Dalam arsitektur Modern para arsitek hendaknya berpola pikir yang lebihbebas dan tidak hanya selalu berpegang pada kaidah-kaidah yang sudah adaterutama pandangan arsitektur yang semata-mata sebagai seni. Hendaknyaarsitektur dilihat sebagai ilmu pengetahuan yang dapat berkembang dari penelitiandan kajian sehingga mendapatkan teori-toeri baru kemudian diterapkan dalambentuk baru.

Arsitektur Post-Modern

Post-Modern adalah istilah untuk menyebut suatu masa atau zaman yangdipakai berbagai disiplin untuk menguraikan bentuk budaya dari suatu titik pandangdan yang berlawanan atau mengganti istilah modernisme. Karena salah satu bentukungkapan bentuk fisik kebudayaan adalah seni, termasuk arsitektur, karena ituPost-Modern lebih banyak digunakan di kebudayaan.Sebelumnya dalam arsitektur, titik pandang ini tidak bisa digunakan namunsejak tahun 1970-an istilah ini mulai digunakan untuk menyebut gaya Eklektik yangmemilih unsur-unsur lama dari berbagai periode, terutama unsur klasik, yangdikombinasikan dengan bentuk-bentuk yang kelihatan aneh. Kemungkinan besarPost-Modern berkembang oleh karena kejenuhan terhadap konsep fungsionalismeyang terlalu mengacu kapada fungsi. Pemakaian elemen-elemen geometrissederhana terlihat sebagai suatu bentuk yang tidak fungsional tetapi lebihditonjolkan sebagai unsur penambah keselarasan dalam komposisi ataupunsebagai dekor.Pada awal tahun 80-an, gaya Post-Modern juga lebih banyak dipakai untukmenggambarkan suatu bentuk dasar dalam berbagai anggapan tentang hubunganantara arsitektur dengan masyarakat. Yang dituntut adalah bahwa suatu bentuk danpenampilan bangunan seharusnya merupakan hasil dari beberapa pendekatan logisdari program, sifat bahan bangunan dan prosedur konstruksi hal mana sudahbanyak diabaikan. Post-Modern menjadi reaksi dari ilmu pengetahuan yang menjadikonsentrasi manusia pada budaya rasionalisme yang berkembang di Barat baik diEropa maupun di Amerika dalam abad terakhir ini. Bentuk lain dari ungkapan konsep Post-Modern adalah sebagai oposisi dari „gerakan modern‟. Secara tidak langsung, Post-Modern lebih kurang seperti tujuan utama dari Avant Garde suatugerakan pelopor pembaharuan dan kembali berintegrasi dengan idealisme zamanpra-modern. Post-Modern merombak konsep modernisme yang berusaha memutushubungan dengan masa seni dan arsitektur klasik.Kadang-kadang Post-Modern digambarkan seperti menganjurkan untukmemperbaiki kembali arti arsitektur dengan kembali mengetengahkan elemen-elemen arsitektur konvensional dan menjadi lebih pluralistik dengan memperluasperbendaharaan gaya dan bentuk. Dapat dikatakan bahwa Historicism yangmengambil unsur-unsur lama baik yang klasik maupun modern adalah awal daripemikiran dan konsep dari Post-Modern. Berdasarkan referensi historis dankemampuan untuk mengadaptasi terjadi pemulihan atau perbaikan dankesinambungan, Post-Modern berusaha membangun lingkungan dan kembalimemperkuat cita rasa tempat-tempat khas tertentu. Walau Charles Jencksmenyatakan aliran baru ini sekedar menampilkan bentuk-bentuk baru yangmenimbulkan kesan aneh dan sering kali melebih-lebihkan sensasi denganmenampilkan berbagai macam atribut pada bangunan.Ditandai dengan diledakannya kompleks rumah susun Pruitt Igoe olehDepartemen of Housing and Urban Development Amerika Serikat (dimanabangunan tersebut pernah mendapat penghargaan Design Award dari AmericanInstitute of Architects) dinyatakan bahwa Arsitektur Modern telah mati dan lahirlaharsitektur Post-Modern.Tokoh-tokoh Post-Modern anatara lain adalah :Michel Graves, dengan karyanya Porland Building.Charles Moore, dengan karyanya Piazza de Italia.Paul Rudolp , dengan karyanya School of Art di Yale, 1963.Paolo Soleri, dengan kota idealnya Arcosanti, Cordes Junction, Arizona.

Louis Kahn, dengan Salk Institute, La Jolla, California, 1965 dll.Gerakan serupa muncul di Jepang yang dipelopori oleh arsitek Kisho Kurokawa yang menyebut gerakannya dengan “Mtebolism Architecture”. Salah satu karyanya yang monumental dan menjadi tanda gerakan ini adalah bangunan tinggiNagakin Capsule.
Style, Omega Books.Sumalyo, Yulianto, 1997, Arsitektur Moder Akhir Abad XIX dan Abad XX.Gajahmada University Press, Yagyakarta.
Tjahyono, Gunawan, 1999, “Teori Arsitektur di Dunia Barat”, makalah Penataran
Dosen Arsitektur, tidak dipublikasikan.Ven, Cornelis van de., 1991, Ruang Dalam Arsitektur, Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.Watkin, david, 1996, A history of Western Architecture, Laurence King.

0 komentar

Post a Comment